Thursday, January 9, 2014

KARAKTERISTIK PERUSAHAAN DAGANG DAN PERSEDIAAAN BARANG DAGANG



KARAKTERISTIK PERUSAHAAN DAGANG DAN PERSEDIAAAN BARANG DAGANG


DAFTAR ISI
         
KATA PENGANTAR             
DAFTAR ISI            
BAB I. PENDAHULUAN             
1.1    Latar belakang
BAB II. LANDASAN TEORI
2.1 Pengertian Dan Ciri-ciri Perusahaan Dagang
2.2 Transaksi,Akun-Akun,Syarat Pembayaran,dan Syarat Penyerahan Barang Dalam Perusahaan Dagang
2.3 Persediaan Barang Dagang2.4 Metode Pencatatan Persediaan Barang Dagang
2.5 Metode Penghitungan Biaya Persediaan Barang Dagang Menurut Sistem Perpetual
2.6 Metode Penghitungan Biaya Persediaan Barang Dagang Menurut Sistem Periodik
BAB III. PENUTUP
   3.1 kesimpulan         
   3.2 Saran              
DAFTAR PUSTAKA     
LAMPIRAN     
RIWAYAT HIDUP PENULIS


BAB I
PENDAHULUAN

1.1             Latar Belakang
Sebelum memulai suatu usaha dibidang perusahaan dagang,kita harus mengetahui dulu karakteristik perusahaan dagang seperti apa dan juga persediaan barang dagang dalam perusahaan tersebut.Agar untuk kedepannya perusahaan tersebut bisa berjalan dengan baik dan lancar.Selain itu dengan memahami karkteristik perusahaan dagang dan persediaan barang dagang dapat menjadi referensi agar perusahaan tersebut bisa berjalan sebagaimana mestinya dan dapat juga bertahan lama untuk bersaing di dunia perdagangan.Baik itu perdagangan internasional maupun lokal.

BAB II
LANDASAN TEORI

2.1       Pengertian Dan Ciri-Ciri Perusahaan Dagang
Perusahaan dagang adalah perusahaan yang kegiatannya membeli barang dan menjualnya kembali tanpa melakukan perubahan terhadap barang tersebut terlebih dahulu.Barang yang dijual dapat berupa bahan baku,barang setengah jadi,atau barang jadi.Barang yang dijual dapat pula berupa hasiil pertanian,perkebunan,atau industri.
Sesuai dengan namanya,perusahaan dagang melakukan pembelian barang dagang dan berusaha menjualnya dengan harga diatas harga pokok agar mendapat keuntungan.Pada perushaan dagang,laba kotor didapat dengan mencari selisih harga jual dengan harga pokok penjualan.Untuk mendapatkan laba bersih,laba kotor dikurangi dengan beban operasional.Ciri-ciri perusahaan dagang dapat diketahui antara lain melalui kriteria sebagai berikut.
a.          Usaha yang dilakukan
Usaha yang dilakukan perusahaan dagang adalah membeli barang dagang dan menjualnya tanpa mengadakan perubahan (pengolahan) terlebih dahulu
b.          Kegiatan Akuntansi
Akuntansi perusahaan dagang mempunya cirri-ciri sebagai berikut :
Ø  Menggunakan akun persediaan barang dagang.
Ø  Ada perhitungan harga pokok penjualan (HPP).
Ø  Laporan laba-rugi dapat menggunakan bentuk single step (langsung) dan multiple step (bertahap)
2.2      Transaksi,Akun-Akun,Syarat Pembayaran,Dan Syarat Penyerahan Barang Dalam Perusahaan Dagang
1. Transaksi-transaksi perusahaan dagang
*      Membeli barang dagang secara kredit.
*      Membeli barang dagang secara tunai.
*      Mengembalikan barang dagang.
*      Menerima potongan pembelian.
*      Membayar atau menerima penghitungan biaya angkut pembelian.
*      Menjual barang dagang secara kredit.
*      Menjual barang dagang secara tunai.
*      Menerima kembali barang dagang yang telah dijual.
*      Memberi potongan penjualan.

2. Akun-Akun perusahaan dagang
*      Akun persediaan barang dagang,digunakan untuk mencatat jumlah persediaan barang dagang.
*      Akun pembelian,digunakan untuk mencatat semua transaksi pembelian barang dagang.
*      Akun retur pembelian dan pengurangan harga,digunakan untuk mencatat semua transaksi pengembalian barang dagang yang telah dibeli dan pengurangan harga atas pengembalian barang tersebut.
*      Akun potongan pembelian,digunakan untuk mencatat semua transaksi potongan pembelian.
*      Akun beban angkut pembelian,digunakan untuk mencatat semua transaksi pembayaran biaya angkut barang dagang yang dibeli.
*      Akun penjualan,digunakan untuk mencatat semua transaksi penjualan barang dagang.
*      Akun retur penjualan dan pengurangan harga,digunakan untuk mencatat transaksi penerimaan kembali barang dagang yang telah dijual.
*      Akun potongan penjualan,digunakan untuk mencatat transaksi potongan penjualan.
3. Syarat pembayaran perusahaan dagang
a.      Syarat 2/10,n/30,artinya jika pembayaran dilakukan dalam jangka waktu sepuluh hari atau kurang akan mendapat potongan 2%,dan pembayaran neto faktur paling lambat 30 hari.
b.      Syarat 2/10,1/15,n/30,artinya jika pembayaran dilakukan dalam jangka waktu sepuluh hari atau kurang akan mendapat potongan 2%.Tetapi jika pembayaran setelah lewat batas 10 hari sampai 15 hari akan mendapat potongan 1%.Pembayaran neto faktur paling lambat 30 hari.
c.      Syarat n/60,artinya pembayaran dilakukan selambat-lambatnya 60 hari setelah tanggal transaksi jual beli.
d.      Syarat EOM (end of month),artinya harga neto faktur harus dibayar pada akhir bulan atau pada bulan dimana transaksi penjualan itu terjadi.

4. Syarat penyerahan barang
v  Free on Board Shipping Point (FOB Shipping Point)
Syarat ini berakibat :
1.      Biaya pengangkutan barang menjadi tanggungan pembeli sejak barang itu diserahkan di gudang penjual
2.     Resiko atas kerusakan/kehilangan barang sejak di serahkan digudang penjual menjadi tanggungan pembeli
3.     Transaksi dianggap telah terjadi dan dapat dibukukan sejak saat barang diserahkan di gudang penjual.
v  Free on Board Destination Point (FOB Destination Point) atau Cost and Freight (C & F)
Syarat ini berakibat :
1.      Biaya pengangkutan barang sampai barang diserahkan di gudang pembeli menjadi tanggungan penjual jika barang diasuransikan selama pengiriman,biaya asuransi juga menjadi tanggungan penjual
2.     Resiko atas barang selama dalam pengiriman menjadi tanggungan penjual
3.     Transaksi dianggap sah jika barang telah diserahkan oleh penjual di gudang pembeli

5. Rabat
Rabat adalah potongan harga yang disepakati oleh pembeli dan penjual

2.3      Persediaan Barang Dagang
Persediaan barang dagang adalah stok barang yang masih ada dan belum terjual.Persediaan sangat penting diidentifikasi oleh pengelola perusahaan.Identifikasi tersebut menyangkut jumlah yang perlu disediakan dan harga persediaan.Persediaan tidak boleh kurang dari jumlah yang dibutuhkan.Jika persediaan bahan baku kosong,maka aktivitas produksi akan berhenti pada perusahaan manufaktur dan kegiatan penjualan akan berhenti pada perusahaan dagang.Jumlah persediaan harus cukup,tidak terlalu besar dan tidak terlalu sedikit.Jika jumlahnya terlalu besar,maka persediaan akan membebani perusahaan dalam bentuk biaya pergudangan dan premi asuransi.
2.4 Metode Pencatatan Persediaan Barang Dagang
Ada 3 metode pencatatan harga pokok penjualan barang dagang.
1.      Metode first-in-first-out (FIFO)
Pada metode ini,barang yang pertama kali dibeli diasumsikan sebagai barang yang pertama kali pula diijual.
2.     Metode last-in-first-out (LIFO)
Kebalikan dari metode FIFO,pada metode ini,barang yang terakhir kali dibeli diasumsikan sebagai barang yang pertama kali dijual.
3.     Metode average (biaya rata-rata)
Pada metode ini,harga pokok barang dagang yang berbeda-beda tanggal pembeliannya dirata-ratakan untuk mendapatkan harga pokok yang tercatat pada laporan laba-rugi.
2.5      Metode Penghitungan Biaya Persediaan Barang Dagang Menurut Sistem Perpetual
Pada sistem perpetual,semua kenaikan dan penurunan barang dagang dicatat dengan cara yang sama dengan pencatatan kenaikan dan penurunan kas.Akun persediaan pada awal periode menunjukkan stok pada tanggal tersebut.Pembelian dicatat dengen mendebet akun persediaan barang dagang dan mengkredit akun kas atau utang usaha.Pada tanggal penjualan,harga pokok barang dagang yang terjual dicatat dengan mendebet akun harga pokok penjualan dan mengkredit akun persediaan barang dagang.
Dalam metode ini juga terdapat metode yang sudah terbagi 3 yaitu :
1.      Metode FIFO Perpetual
Metode ini paling banyak digunakan karena sebagian besar perusahaan menjual barang sesuai dengan urutan pembeliannya,terutama uuntuk barang-barang yang tidak tahan lama dan modelnya cepat berubah.jadi,biaya-biaya yang dimasukkan dalam penjualan disesuaikan dengan urutan terjadinya biaya tersebut.
2.     Metode LIFO Perpetual

3.     Metode Average Perpetual
Dalam metode ini,biaya rata-rata per unit pada masing-masing barang dihitung setiap kali pembeliann dilakukan.Biaya per unit ini kemudian digunakan untuk menentukan harga pokok penjualan setiap penjualan sampai terjadi lagi pembeliann berikutnya.setelah itu,rata-ratanya dihitung kembali untuk harga barang berikutnya.Metode ini jarang digunakan oleh perusahaan.
2.6      Metode Penghitungan Biaya Persediaan Barang Dagang Menurut Sistem Periodik
Pada sistem periodik,hanya pendapatan yang dicatat setiap kali penjualan dilakukan.Tidak ada jurnal yang dibuat pada saat penjualan untuk mencatat harga pokok penjualan.Pada akhir periode,penghitungan fisik harus dilakukan untuk menentukan biaya atau harga pokok persediaan dan harga pokok penjualan.
Dalam metode ini juga,terdapat 3 metode sebagai berikut :
1.      Metode FIFO Periodik
2.     Metode LIFO Periodik
3.     Metode Average Periodik
Pada metode Average Periodik,biaya-biaya dibandingkan terhadap pendapatan sesuai dengan rata-rata per unit harga pokok penjualan.Biaya per unit rata-rata yang sama digunakan dalam menentukan biaya persediaan barang dagang pada akhir periode.
Biaya rata-rata terimbang per unit ditentukan dengan membagi total biaya setiap barang yang tersedia dijual selama satu periode dengan jumlah unit barang yang terkait


BAB III
PENUTUP
3.1        Kesimpulan
Dalam membuka usaha harus tahu terlebih dahulu karakteristik setiap perusahaan,agar usaha atau perusahaan yang kita jalankan berjalan sebagaimana mestinya.selain itu,persediaan barang dagangpun harus bisa dikontrol agar keseimbangannya bisa terjaga.Keuanganpun harus bisa diolah dengan benar-benar,untuk itu selain dapat mengolah barang dagang dan mengetahui karakteristik perusahaan,haruslah juga bisa menguasai semua aturan-aturan dalam bertransaksi,syarat pembayaran,dan memahami semua akun-akun perusahaan dagang

3.2       Saran
1.           Pahamilah setiap akun-akun perusahaan dagang,agar mudah mengolah keuangan perusahaan.
2.          Pahamilah karakteristik perusahaan agar usaha yang dijalani sesuai dengan kehendak dan jalan dalam usaha tersebut bisa lancar.
3.          Kuasai juga semua metode dalam pencatatan persediaan barang dagang,agar mudah untuk menghitung biaya yang dikeluarkan untuk membeli setiap barang dagangan dan agar tidak tercecer juga dalam mengolahnya.


DAFTAR PUSTAKA

Ø  Hansen,Don R.dan Maryanne M.Mowen.1999.Akuntansi Manajemen.Jakarta : Erlangga
Ø  Niswonger,C.Rollin,dkk.1999.Prinsip-Prinsip Akuntansi.Jakarta : Erlangga
Ø  Drs.Alam S.,MM.2007.Ekonomi untuk SMA dan MA kelas XII.Jakarta : Esis

KARAKTERISTIK PERUSAHAAN DAGANG DAN PERSEDIAAAN BARANG DAGANG



KARAKTERISTIK PERUSAHAAN DAGANG DAN PERSEDIAAAN BARANG DAGANG


DAFTAR ISI
         
KATA PENGANTAR             
DAFTAR ISI            
BAB I. PENDAHULUAN             
1.1    Latar belakang
BAB II. LANDASAN TEORI
2.1 Pengertian Dan Ciri-ciri Perusahaan Dagang
2.2 Transaksi,Akun-Akun,Syarat Pembayaran,dan Syarat Penyerahan Barang Dalam Perusahaan Dagang
2.3 Persediaan Barang Dagang2.4 Metode Pencatatan Persediaan Barang Dagang
2.5 Metode Penghitungan Biaya Persediaan Barang Dagang Menurut Sistem Perpetual
2.6 Metode Penghitungan Biaya Persediaan Barang Dagang Menurut Sistem Periodik
BAB III. PENUTUP
   3.1 kesimpulan         
   3.2 Saran              
DAFTAR PUSTAKA     
LAMPIRAN     
RIWAYAT HIDUP PENULIS


BAB I
PENDAHULUAN

1.1             Latar Belakang
Sebelum memulai suatu usaha dibidang perusahaan dagang,kita harus mengetahui dulu karakteristik perusahaan dagang seperti apa dan juga persediaan barang dagang dalam perusahaan tersebut.Agar untuk kedepannya perusahaan tersebut bisa berjalan dengan baik dan lancar.Selain itu dengan memahami karkteristik perusahaan dagang dan persediaan barang dagang dapat menjadi referensi agar perusahaan tersebut bisa berjalan sebagaimana mestinya dan dapat juga bertahan lama untuk bersaing di dunia perdagangan.Baik itu perdagangan internasional maupun lokal.

BAB II
LANDASAN TEORI

2.1       Pengertian Dan Ciri-Ciri Perusahaan Dagang
Perusahaan dagang adalah perusahaan yang kegiatannya membeli barang dan menjualnya kembali tanpa melakukan perubahan terhadap barang tersebut terlebih dahulu.Barang yang dijual dapat berupa bahan baku,barang setengah jadi,atau barang jadi.Barang yang dijual dapat pula berupa hasiil pertanian,perkebunan,atau industri.
Sesuai dengan namanya,perusahaan dagang melakukan pembelian barang dagang dan berusaha menjualnya dengan harga diatas harga pokok agar mendapat keuntungan.Pada perushaan dagang,laba kotor didapat dengan mencari selisih harga jual dengan harga pokok penjualan.Untuk mendapatkan laba bersih,laba kotor dikurangi dengan beban operasional.Ciri-ciri perusahaan dagang dapat diketahui antara lain melalui kriteria sebagai berikut.
a.          Usaha yang dilakukan
Usaha yang dilakukan perusahaan dagang adalah membeli barang dagang dan menjualnya tanpa mengadakan perubahan (pengolahan) terlebih dahulu
b.          Kegiatan Akuntansi
Akuntansi perusahaan dagang mempunya cirri-ciri sebagai berikut :
Ø  Menggunakan akun persediaan barang dagang.
Ø  Ada perhitungan harga pokok penjualan (HPP).
Ø  Laporan laba-rugi dapat menggunakan bentuk single step (langsung) dan multiple step (bertahap)
2.2      Transaksi,Akun-Akun,Syarat Pembayaran,Dan Syarat Penyerahan Barang Dalam Perusahaan Dagang
1. Transaksi-transaksi perusahaan dagang
*      Membeli barang dagang secara kredit.
*      Membeli barang dagang secara tunai.
*      Mengembalikan barang dagang.
*      Menerima potongan pembelian.
*      Membayar atau menerima penghitungan biaya angkut pembelian.
*      Menjual barang dagang secara kredit.
*      Menjual barang dagang secara tunai.
*      Menerima kembali barang dagang yang telah dijual.
*      Memberi potongan penjualan.

2. Akun-Akun perusahaan dagang
*      Akun persediaan barang dagang,digunakan untuk mencatat jumlah persediaan barang dagang.
*      Akun pembelian,digunakan untuk mencatat semua transaksi pembelian barang dagang.
*      Akun retur pembelian dan pengurangan harga,digunakan untuk mencatat semua transaksi pengembalian barang dagang yang telah dibeli dan pengurangan harga atas pengembalian barang tersebut.
*      Akun potongan pembelian,digunakan untuk mencatat semua transaksi potongan pembelian.
*      Akun beban angkut pembelian,digunakan untuk mencatat semua transaksi pembayaran biaya angkut barang dagang yang dibeli.
*      Akun penjualan,digunakan untuk mencatat semua transaksi penjualan barang dagang.
*      Akun retur penjualan dan pengurangan harga,digunakan untuk mencatat transaksi penerimaan kembali barang dagang yang telah dijual.
*      Akun potongan penjualan,digunakan untuk mencatat transaksi potongan penjualan.
3. Syarat pembayaran perusahaan dagang
a.      Syarat 2/10,n/30,artinya jika pembayaran dilakukan dalam jangka waktu sepuluh hari atau kurang akan mendapat potongan 2%,dan pembayaran neto faktur paling lambat 30 hari.
b.      Syarat 2/10,1/15,n/30,artinya jika pembayaran dilakukan dalam jangka waktu sepuluh hari atau kurang akan mendapat potongan 2%.Tetapi jika pembayaran setelah lewat batas 10 hari sampai 15 hari akan mendapat potongan 1%.Pembayaran neto faktur paling lambat 30 hari.
c.      Syarat n/60,artinya pembayaran dilakukan selambat-lambatnya 60 hari setelah tanggal transaksi jual beli.
d.      Syarat EOM (end of month),artinya harga neto faktur harus dibayar pada akhir bulan atau pada bulan dimana transaksi penjualan itu terjadi.

4. Syarat penyerahan barang
v  Free on Board Shipping Point (FOB Shipping Point)
Syarat ini berakibat :
1.      Biaya pengangkutan barang menjadi tanggungan pembeli sejak barang itu diserahkan di gudang penjual
2.     Resiko atas kerusakan/kehilangan barang sejak di serahkan digudang penjual menjadi tanggungan pembeli
3.     Transaksi dianggap telah terjadi dan dapat dibukukan sejak saat barang diserahkan di gudang penjual.
v  Free on Board Destination Point (FOB Destination Point) atau Cost and Freight (C & F)
Syarat ini berakibat :
1.      Biaya pengangkutan barang sampai barang diserahkan di gudang pembeli menjadi tanggungan penjual jika barang diasuransikan selama pengiriman,biaya asuransi juga menjadi tanggungan penjual
2.     Resiko atas barang selama dalam pengiriman menjadi tanggungan penjual
3.     Transaksi dianggap sah jika barang telah diserahkan oleh penjual di gudang pembeli

5. Rabat
Rabat adalah potongan harga yang disepakati oleh pembeli dan penjual

2.3      Persediaan Barang Dagang
Persediaan barang dagang adalah stok barang yang masih ada dan belum terjual.Persediaan sangat penting diidentifikasi oleh pengelola perusahaan.Identifikasi tersebut menyangkut jumlah yang perlu disediakan dan harga persediaan.Persediaan tidak boleh kurang dari jumlah yang dibutuhkan.Jika persediaan bahan baku kosong,maka aktivitas produksi akan berhenti pada perusahaan manufaktur dan kegiatan penjualan akan berhenti pada perusahaan dagang.Jumlah persediaan harus cukup,tidak terlalu besar dan tidak terlalu sedikit.Jika jumlahnya terlalu besar,maka persediaan akan membebani perusahaan dalam bentuk biaya pergudangan dan premi asuransi.
2.4 Metode Pencatatan Persediaan Barang Dagang
Ada 3 metode pencatatan harga pokok penjualan barang dagang.
1.      Metode first-in-first-out (FIFO)
Pada metode ini,barang yang pertama kali dibeli diasumsikan sebagai barang yang pertama kali pula diijual.
2.     Metode last-in-first-out (LIFO)
Kebalikan dari metode FIFO,pada metode ini,barang yang terakhir kali dibeli diasumsikan sebagai barang yang pertama kali dijual.
3.     Metode average (biaya rata-rata)
Pada metode ini,harga pokok barang dagang yang berbeda-beda tanggal pembeliannya dirata-ratakan untuk mendapatkan harga pokok yang tercatat pada laporan laba-rugi.
2.5      Metode Penghitungan Biaya Persediaan Barang Dagang Menurut Sistem Perpetual
Pada sistem perpetual,semua kenaikan dan penurunan barang dagang dicatat dengan cara yang sama dengan pencatatan kenaikan dan penurunan kas.Akun persediaan pada awal periode menunjukkan stok pada tanggal tersebut.Pembelian dicatat dengen mendebet akun persediaan barang dagang dan mengkredit akun kas atau utang usaha.Pada tanggal penjualan,harga pokok barang dagang yang terjual dicatat dengan mendebet akun harga pokok penjualan dan mengkredit akun persediaan barang dagang.
Dalam metode ini juga terdapat metode yang sudah terbagi 3 yaitu :
1.      Metode FIFO Perpetual
Metode ini paling banyak digunakan karena sebagian besar perusahaan menjual barang sesuai dengan urutan pembeliannya,terutama uuntuk barang-barang yang tidak tahan lama dan modelnya cepat berubah.jadi,biaya-biaya yang dimasukkan dalam penjualan disesuaikan dengan urutan terjadinya biaya tersebut.
2.     Metode LIFO Perpetual

3.     Metode Average Perpetual
Dalam metode ini,biaya rata-rata per unit pada masing-masing barang dihitung setiap kali pembeliann dilakukan.Biaya per unit ini kemudian digunakan untuk menentukan harga pokok penjualan setiap penjualan sampai terjadi lagi pembeliann berikutnya.setelah itu,rata-ratanya dihitung kembali untuk harga barang berikutnya.Metode ini jarang digunakan oleh perusahaan.
2.6      Metode Penghitungan Biaya Persediaan Barang Dagang Menurut Sistem Periodik
Pada sistem periodik,hanya pendapatan yang dicatat setiap kali penjualan dilakukan.Tidak ada jurnal yang dibuat pada saat penjualan untuk mencatat harga pokok penjualan.Pada akhir periode,penghitungan fisik harus dilakukan untuk menentukan biaya atau harga pokok persediaan dan harga pokok penjualan.
Dalam metode ini juga,terdapat 3 metode sebagai berikut :
1.      Metode FIFO Periodik
2.     Metode LIFO Periodik
3.     Metode Average Periodik
Pada metode Average Periodik,biaya-biaya dibandingkan terhadap pendapatan sesuai dengan rata-rata per unit harga pokok penjualan.Biaya per unit rata-rata yang sama digunakan dalam menentukan biaya persediaan barang dagang pada akhir periode.
Biaya rata-rata terimbang per unit ditentukan dengan membagi total biaya setiap barang yang tersedia dijual selama satu periode dengan jumlah unit barang yang terkait


BAB III
PENUTUP
3.1        Kesimpulan
Dalam membuka usaha harus tahu terlebih dahulu karakteristik setiap perusahaan,agar usaha atau perusahaan yang kita jalankan berjalan sebagaimana mestinya.selain itu,persediaan barang dagangpun harus bisa dikontrol agar keseimbangannya bisa terjaga.Keuanganpun harus bisa diolah dengan benar-benar,untuk itu selain dapat mengolah barang dagang dan mengetahui karakteristik perusahaan,haruslah juga bisa menguasai semua aturan-aturan dalam bertransaksi,syarat pembayaran,dan memahami semua akun-akun perusahaan dagang

3.2       Saran
1.           Pahamilah setiap akun-akun perusahaan dagang,agar mudah mengolah keuangan perusahaan.
2.          Pahamilah karakteristik perusahaan agar usaha yang dijalani sesuai dengan kehendak dan jalan dalam usaha tersebut bisa lancar.
3.          Kuasai juga semua metode dalam pencatatan persediaan barang dagang,agar mudah untuk menghitung biaya yang dikeluarkan untuk membeli setiap barang dagangan dan agar tidak tercecer juga dalam mengolahnya.


DAFTAR PUSTAKA

Ø  Hansen,Don R.dan Maryanne M.Mowen.1999.Akuntansi Manajemen.Jakarta : Erlangga
Ø  Niswonger,C.Rollin,dkk.1999.Prinsip-Prinsip Akuntansi.Jakarta : Erlangga
Ø  Drs.Alam S.,MM.2007.Ekonomi untuk SMA dan MA kelas XII.Jakarta : Esis