KARAKTERISTIK PERUSAHAAN DAGANG
DAN PERSEDIAAAN BARANG DAGANG
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I.
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
BAB II. LANDASAN TEORI
2.1 Pengertian Dan Ciri-ciri
Perusahaan Dagang
2.2 Transaksi,Akun-Akun,Syarat
Pembayaran,dan Syarat Penyerahan Barang Dalam Perusahaan Dagang
2.3 Persediaan Barang
Dagang2.4 Metode Pencatatan Persediaan Barang Dagang
2.5 Metode
Penghitungan Biaya Persediaan Barang Dagang Menurut Sistem Perpetual
2.6 Metode
Penghitungan Biaya Persediaan Barang Dagang Menurut Sistem Periodik
BAB III.
PENUTUP
3.1 kesimpulan
3.2 Saran
DAFTAR
PUSTAKA
LAMPIRAN
RIWAYAT
HIDUP PENULIS
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang
Sebelum memulai suatu usaha dibidang perusahaan
dagang,kita harus mengetahui dulu karakteristik perusahaan dagang seperti apa
dan juga persediaan barang dagang dalam perusahaan tersebut.Agar untuk
kedepannya perusahaan tersebut bisa berjalan dengan baik dan lancar.Selain itu
dengan memahami karkteristik perusahaan dagang dan persediaan barang dagang
dapat menjadi referensi agar perusahaan tersebut bisa berjalan sebagaimana
mestinya dan dapat juga bertahan lama untuk bersaing di dunia perdagangan.Baik
itu perdagangan internasional maupun lokal.
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Pengertian Dan Ciri-Ciri Perusahaan Dagang
Perusahaan
dagang adalah perusahaan yang kegiatannya membeli barang dan menjualnya kembali
tanpa melakukan perubahan terhadap barang tersebut terlebih dahulu.Barang yang
dijual dapat berupa bahan baku,barang setengah jadi,atau barang jadi.Barang
yang dijual dapat pula berupa hasiil pertanian,perkebunan,atau industri.
Sesuai dengan
namanya,perusahaan dagang melakukan pembelian barang dagang dan berusaha
menjualnya dengan harga diatas harga pokok agar mendapat keuntungan.Pada perushaan
dagang,laba kotor didapat dengan mencari selisih harga jual dengan harga pokok
penjualan.Untuk mendapatkan laba bersih,laba kotor dikurangi dengan beban
operasional.Ciri-ciri perusahaan dagang dapat diketahui antara lain melalui
kriteria sebagai berikut.
a.
Usaha yang dilakukan
Usaha yang
dilakukan perusahaan dagang adalah membeli barang dagang dan menjualnya tanpa
mengadakan perubahan (pengolahan) terlebih dahulu
b.
Kegiatan Akuntansi
Akuntansi
perusahaan dagang mempunya cirri-ciri sebagai berikut :
Ø Menggunakan akun persediaan barang dagang.
Ø Ada perhitungan harga pokok penjualan (HPP).
Ø
Laporan laba-rugi dapat menggunakan
bentuk single step (langsung) dan multiple step (bertahap)
2.2 Transaksi,Akun-Akun,Syarat Pembayaran,Dan
Syarat Penyerahan Barang Dalam Perusahaan Dagang
1.
Transaksi-transaksi perusahaan dagang
2. Akun-Akun
perusahaan dagang
3. Syarat
pembayaran perusahaan dagang
a.
Syarat
2/10,n/30,artinya jika pembayaran dilakukan dalam jangka waktu sepuluh hari
atau kurang akan mendapat potongan 2%,dan pembayaran neto faktur paling lambat
30 hari.
b.
Syarat
2/10,1/15,n/30,artinya jika pembayaran dilakukan dalam jangka waktu sepuluh
hari atau kurang akan mendapat potongan 2%.Tetapi jika pembayaran setelah lewat
batas 10 hari sampai 15 hari akan mendapat potongan 1%.Pembayaran neto faktur
paling lambat 30 hari.
c.
Syarat
n/60,artinya pembayaran dilakukan selambat-lambatnya 60 hari setelah
tanggal transaksi jual beli.
d.
Syarat
EOM (end of month),artinya harga neto faktur harus dibayar pada akhir bulan
atau pada bulan dimana transaksi penjualan itu terjadi.
4. Syarat
penyerahan barang
v Free on Board Shipping Point (FOB Shipping Point)
Syarat ini
berakibat :
1.
Biaya pengangkutan barang menjadi
tanggungan pembeli sejak barang itu diserahkan di gudang penjual
2. Resiko atas kerusakan/kehilangan barang sejak di serahkan digudang
penjual menjadi tanggungan pembeli
3. Transaksi dianggap telah terjadi dan dapat dibukukan sejak saat barang
diserahkan di gudang penjual.
v Free on Board Destination Point (FOB Destination Point) atau Cost and
Freight (C & F)
Syarat ini
berakibat :
1.
Biaya pengangkutan barang sampai
barang diserahkan di gudang pembeli menjadi tanggungan penjual jika barang
diasuransikan selama pengiriman,biaya asuransi juga menjadi tanggungan penjual
2. Resiko atas barang selama dalam pengiriman menjadi tanggungan penjual
3. Transaksi
dianggap sah jika barang telah diserahkan oleh penjual di gudang pembeli
5. Rabat
Rabat adalah
potongan harga yang disepakati oleh pembeli dan penjual
2.3 Persediaan Barang Dagang
Persediaan
barang dagang adalah stok barang yang masih ada dan belum terjual.Persediaan
sangat penting diidentifikasi oleh pengelola perusahaan.Identifikasi tersebut
menyangkut jumlah yang perlu disediakan dan harga persediaan.Persediaan tidak
boleh kurang dari jumlah yang dibutuhkan.Jika persediaan bahan baku kosong,maka
aktivitas produksi akan berhenti pada perusahaan manufaktur dan kegiatan
penjualan akan berhenti pada perusahaan dagang.Jumlah persediaan harus
cukup,tidak terlalu besar dan tidak terlalu sedikit.Jika jumlahnya terlalu
besar,maka persediaan akan membebani perusahaan dalam bentuk biaya pergudangan
dan premi asuransi.
2.4 Metode
Pencatatan Persediaan Barang Dagang
Ada 3 metode
pencatatan harga pokok penjualan barang dagang.
1.
Metode first-in-first-out (FIFO)
Pada metode
ini,barang yang pertama kali dibeli diasumsikan sebagai barang yang pertama
kali pula diijual.
2. Metode last-in-first-out (LIFO)
Kebalikan dari
metode FIFO,pada metode ini,barang yang terakhir kali dibeli diasumsikan
sebagai barang yang pertama kali dijual.
3. Metode average (biaya rata-rata)
Pada metode
ini,harga pokok barang dagang yang berbeda-beda tanggal pembeliannya
dirata-ratakan untuk mendapatkan harga pokok yang tercatat pada laporan
laba-rugi.
2.5 Metode Penghitungan Biaya Persediaan Barang
Dagang Menurut Sistem Perpetual
Pada sistem
perpetual,semua kenaikan dan penurunan barang dagang dicatat dengan cara yang
sama dengan pencatatan kenaikan dan penurunan kas.Akun persediaan pada awal
periode menunjukkan stok pada tanggal tersebut.Pembelian dicatat dengen mendebet
akun persediaan barang dagang dan mengkredit akun kas atau utang usaha.Pada
tanggal penjualan,harga pokok barang dagang yang terjual dicatat dengan
mendebet akun harga pokok penjualan dan mengkredit akun persediaan barang
dagang.
Dalam metode
ini juga terdapat metode yang sudah terbagi 3 yaitu :
1.
Metode FIFO Perpetual
Metode ini
paling banyak digunakan karena sebagian besar perusahaan menjual barang sesuai
dengan urutan pembeliannya,terutama uuntuk barang-barang yang tidak tahan lama
dan modelnya cepat berubah.jadi,biaya-biaya yang dimasukkan dalam penjualan
disesuaikan dengan urutan terjadinya biaya tersebut.
2. Metode LIFO Perpetual
3. Metode
Average Perpetual
Dalam metode
ini,biaya rata-rata per unit pada masing-masing barang dihitung setiap kali
pembeliann dilakukan.Biaya per unit ini kemudian digunakan untuk menentukan
harga pokok penjualan setiap penjualan sampai terjadi lagi pembeliann
berikutnya.setelah itu,rata-ratanya dihitung kembali untuk harga barang
berikutnya.Metode ini jarang digunakan oleh perusahaan.
2.6 Metode Penghitungan Biaya Persediaan Barang
Dagang Menurut Sistem Periodik
Pada sistem
periodik,hanya pendapatan yang dicatat setiap kali penjualan dilakukan.Tidak
ada jurnal yang dibuat pada saat penjualan untuk mencatat harga pokok penjualan.Pada
akhir periode,penghitungan fisik harus dilakukan untuk menentukan biaya atau
harga pokok persediaan dan harga pokok penjualan.
Dalam metode
ini juga,terdapat 3 metode sebagai berikut :
1.
Metode FIFO Periodik
2. Metode LIFO Periodik
3. Metode Average Periodik
Pada metode Average Periodik,biaya-biaya dibandingkan
terhadap pendapatan sesuai dengan rata-rata per unit harga pokok
penjualan.Biaya per unit rata-rata yang sama digunakan dalam menentukan biaya
persediaan barang dagang pada akhir periode.
Biaya rata-rata terimbang per unit ditentukan dengan
membagi total biaya setiap barang yang tersedia dijual selama satu periode
dengan jumlah unit barang yang terkait
BAB III
PENUTUP
3.1
Kesimpulan
Dalam membuka usaha harus tahu terlebih dahulu karakteristik setiap
perusahaan,agar usaha atau perusahaan yang kita jalankan berjalan sebagaimana
mestinya.selain itu,persediaan barang dagangpun harus bisa dikontrol agar
keseimbangannya bisa terjaga.Keuanganpun harus bisa diolah dengan
benar-benar,untuk itu selain dapat mengolah barang dagang dan mengetahui
karakteristik perusahaan,haruslah juga bisa menguasai semua aturan-aturan dalam
bertransaksi,syarat pembayaran,dan memahami semua akun-akun perusahaan dagang
3.2 Saran
1.
Pahamilah setiap akun-akun
perusahaan dagang,agar mudah mengolah keuangan perusahaan.
2.
Pahamilah karakteristik perusahaan
agar usaha yang dijalani sesuai dengan kehendak dan jalan dalam usaha tersebut
bisa lancar.
3.
Kuasai juga semua metode dalam
pencatatan persediaan barang dagang,agar mudah untuk menghitung biaya yang
dikeluarkan untuk membeli setiap barang dagangan dan agar tidak tercecer juga
dalam mengolahnya.
DAFTAR PUSTAKA
Ø
Hansen,Don R.dan Maryanne M.Mowen.1999.Akuntansi
Manajemen.Jakarta : Erlangga
Ø
Niswonger,C.Rollin,dkk.1999.Prinsip-Prinsip
Akuntansi.Jakarta : Erlangga
Ø
Drs.Alam S.,MM.2007.Ekonomi untuk
SMA dan MA kelas XII.Jakarta : Esis